SOMETIMES THE COLOUR OF LOVE
ISN’T RED OR PINK, BUT WHITE

Kalau kamu ditanya, “apa warna cinta?” Apa jawabanmu? Merah? Pink? Kuning? Biru? Hmm…kalau menurutku cinta itu warnanya putih. Putih? Putih, ya…putih aja…
Di atas putih, warna seperti apapun, sehalus, dan sesamar apapun, pasti akan tampak dengan jelas.
Semburat pink yang kadang nampak, kadang tidak itu muncul ketika doki-doki bertemu dengan orang yang dicintai.
Garis ke-ungu-an itu adalah rasa rindu & kesepian, yang merah sekali itu ketika sedang bertengkar karena cemburu.
Yang kuning berpendar di pojok itu berisi tawa & senyumnya.
Sedangkan yang biru? dan agak susah hilangnya ini ditinggkalkan oleh air mata yang menetes saat berpisah.
Kadang yang terakhir ini butuh waktu untuk luntur…
Tetapi suatu hari nanti, segelap apapun tampaknya sekarang..
Suatu hari nanti pasti akan ada warna lain yang menyapunya..
Nah, bukankah cinta seperti ini?
Penuh emosi
marah, senang, sedih dan bahagia, kadang tidak jelas mana, di atas mana.
Dan betapapun kerasnya usaha untuk menyembunyikan perasaan itu..
..Karena cinta warnanya putih, pasti akan kelihatan juga..
Di atas putih, warna seperti apapun, sehalus, dan sesamar apapun, pasti akan tampak dengan jelas.
Semburat pink yang kadang nampak, kadang tidak itu muncul ketika doki-doki bertemu dengan orang yang dicintai.
Garis ke-ungu-an itu adalah rasa rindu & kesepian, yang merah sekali itu ketika sedang bertengkar karena cemburu.
Yang kuning berpendar di pojok itu berisi tawa & senyumnya.
Sedangkan yang biru? dan agak susah hilangnya ini ditinggkalkan oleh air mata yang menetes saat berpisah.
Kadang yang terakhir ini butuh waktu untuk luntur…
Tetapi suatu hari nanti, segelap apapun tampaknya sekarang..
Suatu hari nanti pasti akan ada warna lain yang menyapunya..
Nah, bukankah cinta seperti ini?
Penuh emosi
marah, senang, sedih dan bahagia, kadang tidak jelas mana, di atas mana.
Dan betapapun kerasnya usaha untuk menyembunyikan perasaan itu..
..Karena cinta warnanya putih, pasti akan kelihatan juga..
(r21)
